Tampilkan postingan dengan label adiknya cak mad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adiknya cak mad. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2013

Lotus Birth? Gimana Gerangan?

Lucunyaaaa... pengen nggendong deh (ibu tetangga mengulurkan tangan). Eh tapi itu apaan mbak?
Ini ari-arinya...
Hah? Ari-ari? (ibu tetangga urung menggendong bayi saya, hihihi)
Bukan hanya tetangga saya yang syok dengan goodie bag berisi plasenta atau ari-ari (yang selalu ngintil dedek bayi kemanapun dia dibawa). Pula saudara, dan bahkan orang tua saya yang pada awalnya juga kaget melihat tali pusar tak dipotong langsung setelah lahir.

"Ada-ada aja saja," kata ibu saya. Dan saya cuma nyengir (*jurus ampuh menghindari gap generasi, hehehe...).

Senin, 24 Juni 2013

Gentle Birth Story 4

Kalau ingat momen persalinan adiknya Cak Mad ini, saya nyengir malu. Setiap ikut kelas hypno-yoga saya selalu berkata pada diri saya sendiri, saya akan melahirkan dengan lebih elegan. Saya nggak mau jerit-jerit, nggak mau heboh-heboh, pokoknya saya pengen yang lembuuut, yang syahdu, yang romantislah pokoknya.

Eh tapi yang namanya rencana ya tak melulu berhasil. Sebagai orang Jawa, tentu saya akan mengikuti filosofi beruntung. Akhirnya saya pun lega: "Untung bisa lahiran normal, untung prosesnya cepat, untung bidannya super sabar dan baik, untung dedek bayinya sehat, untung saya sehat..." Kurang apa lagi coba?

Jumat, 07 Juni 2013

Gentle Birth Story 3

Ya jelas saya tak mau datang lagi ke Rumah Sakit B. Pertama, tarif melahirkan di rumah sakit itu bukan level kami, terlalu mahal untuk kami yang hidupnya tak ditanggung asuransi dan penghasilan bulanannya sudah ludes tersedot KPR.

Kedua, situasi rumah sakit membuat saya seperti tidak punya pilihan, langsung masuk kamar bersalin, langsung induksi (yang katanya menyakitkan itu). Kok melahirkan yang seharusnya berlangsung alami malah jadi penuh rekayasa sekali ya?

Selasa, 04 Juni 2013

Gentle Birth Story 2

Dari Dokter N di Rumah Sakit H, saya beralih ke Dokter S di Rumah Sakit B. Hasilnya sebelas dua belas alias enggak beda, sama-sama membuat saya tidak happy.

22 April siang itu, Dokter S yang berjilbab itu menyapa antrean bumil di depan ruang praktiknya, termasuk saya yang sudah menunggu cukup lama. "Maaf telat nih, baru kelar operasi." Jreeeng, saya langsung ingat selentingan tentang angka tindakan sectio yang cukup tinggi di rumah sakit itu.

Minggu, 02 Juni 2013

Gentle Birth Story 1

Dedeknya sudah lahir?
Sudah.
Di rumah sakit mana? 
Di rumah. 
Hah?
Aneh ya zaman sekarang melahirkan di rumah? Kerabat, tetangga, teman, kebanyakan terheran-heran (mungkin campur ngeri, campur kasihan, semacam melahirkan yang teramat spontan sehingga tak keburu lagi dibawa ke rumah sakit) atau semacam pelit untuk keluar duit asal selamat. Tidak. Bukan itu konteksnya.

Kamis, 31 Januari 2013

Kelas Hypno-Yoga

Sebagai orang yang ndeso, mengikuti kelas yoga memang terasa aneh, asing buat saya. Apalagi yoga yang didahului hypno. Apa itu yoga? Dan apa itu hypno?

Yoga, tentu sudah banyak yang tahu. Silakan bertanya pada Google yang bisa menjelaskan panjang lebar. Hypno, adalah saat ditanamkan sugesti-sugesti, dalam hal ini bahwa saya akan selalu sehat, kelahiran akan berlangsung normal, dan sejenisnya. Teknisnya, yoga itu kayak senam, dan hypno ya kayak acara hipnotis di televisi. Tidak sedramatis itu, tapi mirip.

Kamis, 13 Desember 2012

Kontrol ke-3

Walaupun perjalanan darat (eh maksudnya perjalanan angkot) Citayam-Depok sedang sangat menyusahkan karena betonisasi jalan, tapi yang namanya kontrol ke dokter kandungan pasti kami semua di rumah ini sangat semangat. Meskipun ya itu tadi, angkot mesti lewat jalan kampung sejak Rawageni hingga keluar di jalan Dipo Kereta Api.

Jalur sempit yang tak bisa dilewati dua angkot itu berada di bawah saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Kepada Cak Mad, Mas Bojo menjelaskan bahwa SUTET telah menginspirasi Alexandre Gustave Eiffel merancang Menara Eiffel di Paris, Perancis nan jauh di sana.
#abaikan.

Sabtu, 10 November 2012

Tetek Bengek Gentle Birth

Dalam prinsip dan pengalaman saya, melahirkan normal adalah hal yang alamiah, prosesnya akan diwarnai sakit (teriakan, raungan, dll adalah hal yang wajar), namun pada akhirnya berujung pada kebahagiaan tak terlukiskan. Kedengarannya ideal banget ya, tapi sebenarnya ada lagi yang lebih ideal: rasa sakitnya bisa dinikmati, dan konon, itu berarti zonder teriakan, raungan, dan gambaran lainnya yang serba mencekam.

Proses melahirkan ideal itu yang kemudian cukup happening beberapa tahun terakhir ini dengan istilah gentle birth. Kayak mana itu?

Selasa, 06 November 2012

Cak Mad & Adiknya

Kali kedua ikut kontrol, Cak Mad tertawa kegirangan saat bersua adiknya lewat layar USG. Sambil menunjuk gambar si adik yang sedang berenang di perut ibu, Dokter Nining menjelaskan bagian-bagian tubuh yang sudah terbentuk, seperti kaki dan tangan. "Itu bobonya..."  imbuh sang bapak. 'Bobo' adalah istilah Cak Mad untuk bokong alias pantat, hehe...

Sabtu 3 November kemarin, umur janin sudah 12 minggu 3 hari, panjang badannya sekitar 5,9 cm. Dokter Nining memuji kondisi yang baik, termasuk berat badan bagus (berhasil naik dua kilo!). Padahal kalau di rumah, saya sering merasa tidak bagus. Selain mabok, saya sering merasa letoy, tak bisa bergerak cepat.

Senin, 29 Oktober 2012

Yang Kedua


Kau serupa seperti yang pertama, kau rupanya juga suka muncul di tengah kesibukanku bersama kertas-kertas, dan segala bagian kepadatan almanak dengan rencana-rencana. Kau adalah takdir, yang terbebas dari segala ikatan kesepakatan duniawi.

Pada mulanya ragu, dan penat yang tiba-tiba berlipat ganda. Namun mereka menyambutmu dengan bahagia. mereka memanggilmu, bercakap seolah kau telah nyata dan genap segala indera. Mereka tak henti melimpahimu kecupan dan senyuman seolah tak ada dinding diantara kalian. mereka mengabarkannya gegap gempita seperti penemuan pintu surga. Dan sungguh cela jika aku mengabaikannya.