Dari kejauhan, dari balik kaca jendela, kulihat kamu tersenyum padaku. Kamu tahu, senyummu itu membuatku mati-matian harus menahan tangisan yang ingin kupecahkan. Kamu tahu kenapa? Karena aku takut sekali kehilangan saat-saat seperti ini, saat kau tersenyum padaku dan begitu jelas meski tanpa kata: bahwa kamu menungguku, dan tak sabar menghambur memelukku, lalu menceritakan segala hal yang baru kau alami dengan bahasamu yang belum rapih.
Aku takut sekali karena masa yang demikian tak dua kali. Barangkali cukup dalam bilangan tahun yang singkat saja dan semuanya berganti sebagaimana hukum bumi. Suatu hari barangkali kamu tak perlu aku datang menungguimu lagi sebab kamu telah mulai dewasa dan tak ingin tampak manja. Suatu hari barangkali kamu akan diam dan tak ingin selalu bercerita apa saja, meskipun aku selalu siap mendengar apa saja yang ingin kamu katakan.
Jumat, 19 Juli 2013
Sabtu, 13 Juli 2013
Lotus Birth? Gimana Gerangan?
Lucunyaaaa... pengen nggendong deh (ibu tetangga mengulurkan tangan). Eh tapi itu apaan mbak?Bukan hanya tetangga saya yang syok dengan goodie bag berisi plasenta atau ari-ari (yang selalu ngintil dedek bayi kemanapun dia dibawa). Pula saudara, dan bahkan orang tua saya yang pada awalnya juga kaget melihat tali pusar tak dipotong langsung setelah lahir.
Ini ari-arinya...
Hah? Ari-ari? (ibu tetangga urung menggendong bayi saya, hihihi)
"Ada-ada aja saja," kata ibu saya. Dan saya cuma nyengir (*jurus ampuh menghindari gap generasi, hehehe...).
Langganan:
Postingan (Atom)