Kau serupa seperti yang pertama, kau rupanya juga suka
muncul di tengah kesibukanku bersama kertas-kertas, dan segala bagian kepadatan
almanak dengan rencana-rencana. Kau adalah takdir, yang terbebas dari segala
ikatan kesepakatan duniawi.
Pada mulanya ragu, dan penat yang tiba-tiba berlipat ganda. Namun mereka menyambutmu dengan bahagia. mereka memanggilmu, bercakap seolah kau telah nyata dan genap segala indera. Mereka tak henti melimpahimu kecupan dan senyuman seolah tak ada dinding diantara kalian. mereka mengabarkannya gegap gempita seperti penemuan pintu surga. Dan sungguh cela jika aku mengabaikannya.
Maka kuluruhkan segala lelah dan lemah. Aku akan menunggumu
dengan kesabaran, dan menyambutmu dengan kesukacitaan. Aku berjanji menjagamu
tak hanya sekarang, tapi selama hidupku. Kau tak hanya membutuhkan cinta yang
dinyatakan, melainkan hari-hari yang padat kasih sayang. Kau akan dapatkan itu
selama hidupku.
(Citayam, sembari melarutkan mendung dengan G Minor-Over the Mosques | Kazu Matsui)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar