Selasa, 06 November 2012

Cak Mad & Adiknya

Kali kedua ikut kontrol, Cak Mad tertawa kegirangan saat bersua adiknya lewat layar USG. Sambil menunjuk gambar si adik yang sedang berenang di perut ibu, Dokter Nining menjelaskan bagian-bagian tubuh yang sudah terbentuk, seperti kaki dan tangan. "Itu bobonya..."  imbuh sang bapak. 'Bobo' adalah istilah Cak Mad untuk bokong alias pantat, hehe...

Sabtu 3 November kemarin, umur janin sudah 12 minggu 3 hari, panjang badannya sekitar 5,9 cm. Dokter Nining memuji kondisi yang baik, termasuk berat badan bagus (berhasil naik dua kilo!). Padahal kalau di rumah, saya sering merasa tidak bagus. Selain mabok, saya sering merasa letoy, tak bisa bergerak cepat.

Sementara itu, dalam kondisi kurang fit begitu, Cak Mad pun juga sangat haus perhatian. Jadi segala rasa badan teler sering bercampur dengan rasa senewen. Untung saja MasBojo cukup sigap menggantikan saya, menyuapi Cak Mad di pagi hari, malam hari, serta menemaninya bermain gulat dan loncat-loncat.

"Biasa itu mbak, kalau mau punya adik biasanya si kakak jadi cemburuan," kata sejumlah orang.

Tapi kok saya (yang merasa lebih tahu mengenai anak saya sendiri) merasa Cak Mad tidak sedang cemburu. Memang waktu mainnya bersama saya jadi berkurang, tapi bukan kehadiran adiknya kelak yang membuat dia tampak rewel. Entahlah. Mungkin justru karena saya lagi senewen, maka kerewelan standar Cak Mad kelihatan berlebihan di mata saya.

Apalagi kalau ingat betapa antusiasnya dia 'ketemu dedek,' maksudnya ikut kontrol ke dokter, betapa dia ingat di hape bapaknya ada rekaman 'gambar dedek', dan bagaimana dia yang telah disapih menyepakati istilah 'meme dedek' (mimiknya dedek, bukan mimik miliknya lagi). Saya paling tahu anak saya, dan saya tahu dia akan sangat menyayangi adiknya.

Ohya, Cak Mad, yang mewarisi bakat usil bapaknya, pun sangat antusias untuk mengusili adiknya. Meskipun adik belum lahir, tapi dia sudah semangat mengajak main kentut-kentutan (yang biasanya dilakukan bersama bapak). Itu lho, menempelkan mulut ke perut ibu, lalu meniupnya sampai berbunyi mirip kentut: "Broooottt... broooottt..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar