Selasa, 08 Oktober 2013

Cak Mad dan Sekolah 2


Selain bersekolah di kelompok bermain, Cak Mad juga bersekolah di Yamaha Mahkota Music Depok. Bukan semata latah dan karena banyak yang menyebutkan musik sangat bagus dikenalkan pada usia dini, melainkan juga karena minat Cak Mad sendiri. Ini bermula dari hobinya mengganti lirik-lirik lagu yang saya ajarkan padanya. Juga kegemarannya main harmonika, serta sangat menyukai momen-momen bapaknya memainkan seruling.

Saya tidak khawatir Cak Mad akan capek karena kelas musik Cak Mad hanya berlangsung satu minggu sekali dengan durasi satu jam saja setiap pertemuan. Biaya per bulannya juga masih terjangkau, Rp 370 ribu untuk empat kali pertemuan. Prinsip saya, andaikata kelak Cak Mad kelelahan atau bosan, saya tidak akan memaksanya harus masuk sekolah.

Minggu, 06 Oktober 2013

Cak Mad dan Sekolah 1

Pada saat si sulung Cak Mad mempunyai adik (Cak Man), maka saat itulah cinta saya jadi terbagi dua. Pada akhirnya, Cak Mad seolah tak betah di rumah. Bukan dia tak suka, tapi karena perhatian yang dia dapatkan tak sebanyak dahulu, maka sikapnya agak berubah.

Cak Mad sangat menyayangi adiknya. Saking sayangnya, saat dia baru tiba dari rumah mbahnya maka yang dia tanyakan adalah 'mana adik?', kemudian dia akan mengecup adiknya. Saking sayangnya pula, ia selalu membacakan buku cerita buat adiknya (dengan bahasa aliennya yang mungkin hanya mereka berdua yang paham). Tapi bahwa dia cemburu pada adiknya, itupun sulit dipungkiri juga.