Kamis, 22 November 2012

GTM

Anak si anu nggak pernah susah makan? Ah,saya sih nggak percaya seratus persen. Pasti ada saat si bocah melancarkan gerakan tutup mulut (GTM), gerakan malas mengunyah (GMM) maupun gerakan mulut melepeh (GMM), atau segala jenis gerakan lain berjudul ogah-ogahan makan.

Cak Mad, anak sulung saya yang mendapatkan ASI hingga usia 2 tahun, tak luput dari GTM. Aksi Cak Mad berlangsung sangat ekstrim saat usianya 1 hingga 1,5 tahun. Sebelumnya, GTM berlangsung sesekali, berselang-seling semaunya sendiri. Pernah pula terjadi maraton beberapa hari. Dan setiap momen GTM adalah masa-masa frustrasi saya.

Selasa, 20 November 2012

Serba Ada di Kereta Ekonomi

Semua orang punya alasan nyaris sama tentang naik kereta rel listrik ekonomi: karena murah. Tapi kadangkala, saya terpaksa harus naik KRL ekonomi dengan alasan lainnya.

Contoh alasan lainnya adalah, karena saya sedang buru-buru dan kereta yang lebih dulu berangkat adalah KRL ekonomi. Alasan lainnya lagi, karena perlu membeli sesuatu. Hah?

Rabu, 14 November 2012

Tempat-tempat yang Dicinta dan Dibenci Cak Mad

Sementara adiknya eh ibunya suka diajak jalan-jalan tanpa pilih-pilih tempat, Cak Mad cenderung pemilih berat. Cak Mad, suka tempat yang lapang dan banyak udara segar. Taman atau lapangan rumput adalah nomor satu. Hampir setiap berpapasan dengan taman atau lapangan rumput, Cak Mad langsung menarik tangan saya, "Yuk, ali-ali, yuk..." ujarnya bersemangat dan mengangguk-angguk seolah dia sendiri yang sedang dimintai persetujuan.

Sudah tak terhingga todongan ali-ali, maksudnya 'lari-lari'. Tak tega rasanya menolak permintaan sederhana namun membuat senyum cerah terukir lebar di bibirnya. Apa susahnya sih membiarkan dia ali-ali sejenak? Susahnya adalah, Cak Mad itu jago lari. Selalu membuat yang mengejar kepayahan.

Sabtu, 10 November 2012

Tetek Bengek Gentle Birth

Dalam prinsip dan pengalaman saya, melahirkan normal adalah hal yang alamiah, prosesnya akan diwarnai sakit (teriakan, raungan, dll adalah hal yang wajar), namun pada akhirnya berujung pada kebahagiaan tak terlukiskan. Kedengarannya ideal banget ya, tapi sebenarnya ada lagi yang lebih ideal: rasa sakitnya bisa dinikmati, dan konon, itu berarti zonder teriakan, raungan, dan gambaran lainnya yang serba mencekam.

Proses melahirkan ideal itu yang kemudian cukup happening beberapa tahun terakhir ini dengan istilah gentle birth. Kayak mana itu?

Rabu, 07 November 2012

Jejak Rumah (3)


Pertanyaan presenter imajiner pada saya: Jadi, apakah rumah Nuansa sudah menjadi rumah idaman Anda?

Jawabannya: sudah. Tapi, masih ada tapinya.

Bahwa saya dulu mengidamkan rumah kecil namun lapang, kaya cahaya matahari dan ventilasi, dan memiliki halaman cukup luas, maka tentu semua itu sudah terpenuhi. Rumah Nuansa yang kami tinggali saat ini, meski hanya tipe bangunan 45 di tanah 95 meter, namun terasa lapang karena langit-langit rumah yang tinggi dan sirkulasi udara bagus, serta seluruh ruangan (bahkan kamar mandi) mendapat cahaya matahari. Sedangkan halamannya, tentu terhitung sangat luas jika dibandingkan dengan rumah Langgar, hehe...

Selasa, 06 November 2012

Cak Mad & Adiknya

Kali kedua ikut kontrol, Cak Mad tertawa kegirangan saat bersua adiknya lewat layar USG. Sambil menunjuk gambar si adik yang sedang berenang di perut ibu, Dokter Nining menjelaskan bagian-bagian tubuh yang sudah terbentuk, seperti kaki dan tangan. "Itu bobonya..."  imbuh sang bapak. 'Bobo' adalah istilah Cak Mad untuk bokong alias pantat, hehe...

Sabtu 3 November kemarin, umur janin sudah 12 minggu 3 hari, panjang badannya sekitar 5,9 cm. Dokter Nining memuji kondisi yang baik, termasuk berat badan bagus (berhasil naik dua kilo!). Padahal kalau di rumah, saya sering merasa tidak bagus. Selain mabok, saya sering merasa letoy, tak bisa bergerak cepat.

Sabtu, 03 November 2012

Jejak Rumah (2)

Selalu ada nekat saat memutuskan membeli rumah. Itu bukan hanya kata saya, tapi kata hampir semua orang yang saya temui (yang bukan berasal dari kalangan kaya raya tentunya). Tapi nekad (eh yang betul pakai 't' atau 'd' sih?), ya nekad itu mengandung tekad, bukan hanya semangad (eh?).

Coba deh, kurang nekad apa saya dan Mas Bojo membeli rumah yang harganya empat kali harga rumah lama di jalan Langgar? Kredit ke bank pulak!

Kamis, 01 November 2012

Jejak Rumah (1)

Adakalanya saya menyalahkan rumah baru ini yang membuat saya dan MasBojo jadi cerewet. Selalu merasa ada yang kurang, perlu dibenahi, perlu ditambah ini itu, perlu dianu-anu, pokoknya segala macam perombakan yang tak ada habisnya. Rumah kami sekarang memang tak terlalu baru, hampir setahun kami tempati (sejak Desember 2011). Tapi karena rumah ini cukup representatif sebagai surga kecil kami, maka demi kenyamanan dan kepuasan, perlu dimaklumi jika kecerewetan ini terus berlanjut.

Sebelumnya, kami tinggal di rumah yang berjarak sekitar 5 km dari rumah sekarang. Supaya mudah, sebut saja rumah lama itu sebagai rumah Langgar, sebab lokasinya berada di jalan Langgar. Rumah itu dibeli dengan motivasi: capek ngontrak. Sebelum punya rumah Langgar, kami mengontrak paviliun kecil di Ragunan yang cukup nyaman, strategis dan mudah akses transportasi ke seluruh Jakarta karena dekat dengan shelter Transjakarta. Tapi sepuluh juta lenyap tanpa bekas setiap tahun terasa menyesakkan dada.