Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

Jejak Rumah (3)


Pertanyaan presenter imajiner pada saya: Jadi, apakah rumah Nuansa sudah menjadi rumah idaman Anda?

Jawabannya: sudah. Tapi, masih ada tapinya.

Bahwa saya dulu mengidamkan rumah kecil namun lapang, kaya cahaya matahari dan ventilasi, dan memiliki halaman cukup luas, maka tentu semua itu sudah terpenuhi. Rumah Nuansa yang kami tinggali saat ini, meski hanya tipe bangunan 45 di tanah 95 meter, namun terasa lapang karena langit-langit rumah yang tinggi dan sirkulasi udara bagus, serta seluruh ruangan (bahkan kamar mandi) mendapat cahaya matahari. Sedangkan halamannya, tentu terhitung sangat luas jika dibandingkan dengan rumah Langgar, hehe...

Sabtu, 03 November 2012

Jejak Rumah (2)

Selalu ada nekat saat memutuskan membeli rumah. Itu bukan hanya kata saya, tapi kata hampir semua orang yang saya temui (yang bukan berasal dari kalangan kaya raya tentunya). Tapi nekad (eh yang betul pakai 't' atau 'd' sih?), ya nekad itu mengandung tekad, bukan hanya semangad (eh?).

Coba deh, kurang nekad apa saya dan Mas Bojo membeli rumah yang harganya empat kali harga rumah lama di jalan Langgar? Kredit ke bank pulak!

Kamis, 01 November 2012

Jejak Rumah (1)

Adakalanya saya menyalahkan rumah baru ini yang membuat saya dan MasBojo jadi cerewet. Selalu merasa ada yang kurang, perlu dibenahi, perlu ditambah ini itu, perlu dianu-anu, pokoknya segala macam perombakan yang tak ada habisnya. Rumah kami sekarang memang tak terlalu baru, hampir setahun kami tempati (sejak Desember 2011). Tapi karena rumah ini cukup representatif sebagai surga kecil kami, maka demi kenyamanan dan kepuasan, perlu dimaklumi jika kecerewetan ini terus berlanjut.

Sebelumnya, kami tinggal di rumah yang berjarak sekitar 5 km dari rumah sekarang. Supaya mudah, sebut saja rumah lama itu sebagai rumah Langgar, sebab lokasinya berada di jalan Langgar. Rumah itu dibeli dengan motivasi: capek ngontrak. Sebelum punya rumah Langgar, kami mengontrak paviliun kecil di Ragunan yang cukup nyaman, strategis dan mudah akses transportasi ke seluruh Jakarta karena dekat dengan shelter Transjakarta. Tapi sepuluh juta lenyap tanpa bekas setiap tahun terasa menyesakkan dada.