Senin, 26 Agustus 2013

FAQ About Home Birth

Tulisan ini berisi jawaban FAQ dari sejumlah kawan tentang home birth. Semoga bermanfaat.


Apakah home birth itu ribet?

Ya, tentu saja. Jika melahirkan di klinik atau rumah sakit, kita sudah tinggal melenggang saja, maka melahirkan di rumah perlu banyak persiapan. Tapi berdasarkan pengalaman saya, segala persiapan itu sangat sebanding dengan apa yang saya dapat. Trauma nyaris nol jika dibandingkan persalinan anak pertama saya dulu. Itu karena persalinan home birth berlangsung alami sebagaimana yang saya inginkan dan sangat nyaman karena tak ada intervensi medis. Lebih lanjut mengenai pengalaman home birth saya bisa dibaca di posting sebelumnya dengan tag gentle birth.



Apakah perlu tetap berkonsultasi dengan dokter obgyn meski merencanakan persalinan dengan bantuan bidan?

Buat saya, sangat perlu. Dokter obgyn memiliki pengetahuan dan kemampuan yang bisa menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan. Akan tetapi, saya menyarankan untuk selalu mencari second opinion untuk memastikan dokter obgyn yang menangani kita adalah dokter yang pro persalinan alami dan pro IMD+ASI eksklusif.


Apakah memungkinkan home birth jika kondisi kehamilan dianggap berisiko oleh dokter obgyn?

Mungkin, tapi itu adalah sebuah pilihan. Saat hamil anak kedua, seorang dokter obgyn menyebut hasil USG menunjukkan berat badan bayi saya kurang. Dokter lain mengklaim air ketuban saya sudah sangat menipis pada usia kehamilan 38 minggu. Namun dengan bantuan asupan gizi optimal plus rajin olahraga (yoga atau pilates), juga dengan dukungan keluarga serta bidan pendamping, saya terus menanamkan sugesti bahwa bayi saya akan baik-baik saja. Syukurlah, bayi saya lahir sehat tak kekurangan berat, juga dengan ketuban melimpah. Akan tetapi, sekali lagi pilihan juga menyangkut risiko. Jika tak yakin dengan kondisi diri sendiri dan belum siap dengan kondisi terburuk, sebaiknya jangan dipaksakan.


Kebutuhan apa saja yang harus disiapkan untuk home birth?


Persalinan dan pascapersalinan:

- Pakaian yang nyaman. Waktu itu saya memilih kimono pendek.
- Makanan dan minuman. Persalinan tentu sangat menguras energi. Meski mungkin rasa sakit yang ditimbulkan oleh kontraksi membuat nafsu makan lenyap, namun asupan tenaga tak boleh minimal. Coklat dan madu oke juga untuk dicemil.
- Obat penambah darah. Karena persalinan sedikit banyak akan berarti terjadi pendarahan yang membuat badan lemas.
- Kalau ingin musik yang menenangkan, jangan ragu buat menyiapkan playlist :-)
- Gym ball. Pelvic rocking alias goyang inul dengan gym ball berguna juga lho untuk menambah pembukaan (meski di tengah kontraksi, model goyangannya jadi serampangan :D)
- Nomor telepon rumah sakit terdekat untuk mengantisipasi kondisi darurat.
- Tas siap angkut berisi perlengkapan standar jika kondisi darurat membuat ibu terpaksa melahirkan di rumah sakit. Isinya: pakaian ibu (termasuk pakaian dalam dan baju menyusui), pakaian bayi (termasuk bedong dan selimut bayi), handuk, toiletries, pembalut nifas dll.
- Perlak atau sprei waterproof.
- Kain batik atau sarung bali sekitar 5 helai. Kenapa batik? Karena praktis digunakan, tinggal lilit saja. Selain itu, jika terkena noda juga nggak terlalu repot mencucinya.
- Pembalut nifas.
- Alkohol, kasa, betadine, dan obat pereda nyeri (contohnya: mefinal atau anastan). Meski mungkin bidan membawa berbagai macam obat-obatan, tapi sebaiknya ada stok juga di rumah.
- Kendil untuk wadah plasenta jika tidak menghendaki lotus birth.
- Lilin jika ingin melepaskan plasenta dengan cara cord burning.


Jika memilih water birth:

- Pastikan di mana sisi rumah yang akan menjadi tempat water birth. Sebaiknya tidak dekat dengan rak buku, alat elektronik, atau barang-barang yang tak boleh terciprat air.
- Panci raksasa. Pengalaman saya kemarin yang tidak punya panci raksasa membuat proses menyiapkan air hangat untuk mengisi kolam menjadi sangat lama dan tidak efisien. Cari pinjaman saja kalau merasa membeli panci raksasa kurang worth it.
- Ember
- Selang dan akses air
- Pastikan gas di dapur untuk memasak air tidak menjelang habis. Atau sebaiknya punya stok tabung cadangan.
- Colokan kabel panjang (kabel roll ya istilahnya?). Ini untuk mempermudah akses listrik untuk memompa kolam plastik/karet.
- Keset
- Handuk sekitar 4 helai, yang terpakai mungkin cuma 2 helai, tapi nggak ada salahnya menyiapkan cadangan.
- Handuk lembut untuk bayi 2 helai.

Jika ingin lotus birth:

- Baskom untuk wadah sementara plasenta (diameter baskom sekitar 20-30 cm)
- Garam laut. Tapi karena waktu itu lotus birth diputuskan secara dadakan, maka saya gunakan garam meja. Perlu sekitar 8 bungkus per hari (ditaburkan 4 bungkus saat pagi dan 4 bungkus saat sore). Jika diasumsikan plasenta akan puput 3 sampai 4 hari, siapkan 30 bungkus garam.
- Handuk kecil untuk mengelap plasenta setelah dicuci.
- Goodie bag untuk wadah plasenta sampai puput
- Alas penyerap cairan bisa diminta ke bidan

1 komentar:

  1. salam kenal ya mba. terimakasih sharingnya. saya merencanakan homebirth, waterbirth, lotus birth untuk kelahiran anak kedua nanti. doain sukses ya.. :) salam sama abang CakMad ...

    BalasHapus