Tulisan ini berisi jawaban FAQ dari sejumlah kawan tentang home birth. Semoga bermanfaat.
Apakah home birth itu ribet?
Ya,
tentu saja. Jika melahirkan di klinik atau rumah sakit, kita sudah
tinggal melenggang saja, maka melahirkan di rumah perlu banyak
persiapan. Tapi berdasarkan pengalaman saya, segala persiapan itu sangat
sebanding dengan apa yang saya dapat. Trauma nyaris nol jika
dibandingkan persalinan anak pertama saya dulu. Itu karena persalinan
home birth berlangsung alami sebagaimana yang saya inginkan dan sangat
nyaman karena tak ada intervensi medis. Lebih lanjut mengenai pengalaman home birth saya bisa dibaca di posting sebelumnya dengan tag gentle birth.
Apakah perlu tetap berkonsultasi dengan dokter obgyn meski merencanakan persalinan dengan bantuan bidan?
Buat
saya, sangat perlu. Dokter obgyn memiliki
pengetahuan dan kemampuan yang bisa menjadi pertimbangan untuk mengambil
keputusan. Akan tetapi, saya menyarankan untuk selalu mencari second
opinion untuk memastikan dokter obgyn yang menangani kita adalah dokter
yang pro persalinan alami dan pro IMD+ASI eksklusif.
Apakah memungkinkan home birth jika kondisi kehamilan dianggap berisiko oleh dokter obgyn?
Mungkin,
tapi itu adalah sebuah pilihan. Saat hamil anak kedua, seorang dokter
obgyn menyebut hasil USG menunjukkan berat badan bayi saya kurang. Dokter lain mengklaim air ketuban
saya sudah sangat menipis pada usia kehamilan 38 minggu. Namun dengan
bantuan asupan gizi optimal plus rajin olahraga (yoga atau pilates),
juga dengan dukungan keluarga serta bidan pendamping, saya terus
menanamkan sugesti bahwa bayi saya akan baik-baik saja. Syukurlah,
bayi saya lahir sehat tak kekurangan berat, juga dengan ketuban
melimpah. Akan tetapi, sekali lagi pilihan juga menyangkut risiko. Jika
tak yakin dengan kondisi diri sendiri dan belum siap dengan kondisi
terburuk, sebaiknya jangan dipaksakan.
Kebutuhan apa saja yang harus disiapkan untuk home birth?
Persalinan dan pascapersalinan:
- Pakaian yang nyaman. Waktu itu saya memilih kimono pendek.
-
Makanan dan minuman. Persalinan tentu sangat menguras energi. Meski
mungkin rasa sakit yang ditimbulkan oleh kontraksi membuat nafsu makan
lenyap, namun asupan tenaga tak boleh minimal. Coklat dan madu oke juga
untuk dicemil.
- Obat penambah darah. Karena persalinan sedikit banyak akan berarti terjadi pendarahan yang membuat badan lemas.
- Kalau ingin musik yang menenangkan, jangan ragu buat menyiapkan playlist :-)
-
Gym ball. Pelvic rocking alias goyang inul dengan gym ball berguna juga
lho untuk menambah pembukaan (meski di tengah kontraksi, model
goyangannya jadi serampangan :D)
- Nomor telepon rumah sakit terdekat untuk mengantisipasi kondisi darurat.
-
Tas siap angkut berisi perlengkapan standar jika kondisi darurat
membuat ibu terpaksa melahirkan di rumah sakit. Isinya: pakaian ibu
(termasuk pakaian dalam dan baju menyusui), pakaian bayi (termasuk
bedong dan selimut bayi), handuk, toiletries, pembalut nifas dll.
- Perlak atau sprei waterproof.
-
Kain batik atau sarung bali sekitar 5 helai. Kenapa batik? Karena
praktis digunakan, tinggal lilit saja. Selain itu, jika terkena noda
juga nggak terlalu repot mencucinya.
- Pembalut nifas.
-
Alkohol, kasa, betadine, dan obat pereda nyeri (contohnya: mefinal atau
anastan). Meski mungkin bidan membawa berbagai macam obat-obatan, tapi
sebaiknya ada stok juga di rumah.
- Kendil untuk wadah plasenta jika tidak menghendaki lotus birth.
- Lilin jika ingin melepaskan plasenta dengan cara cord burning.
Jika memilih water birth:
-
Pastikan di mana sisi rumah yang akan menjadi tempat water birth.
Sebaiknya tidak dekat dengan rak buku, alat elektronik, atau
barang-barang yang tak boleh terciprat air.
- Panci raksasa.
Pengalaman saya kemarin yang tidak punya panci raksasa membuat proses
menyiapkan air hangat untuk mengisi kolam menjadi sangat lama dan tidak
efisien. Cari pinjaman saja kalau merasa membeli panci raksasa kurang
worth it.
- Ember
- Selang dan akses air
- Pastikan gas di dapur untuk memasak air tidak menjelang habis. Atau sebaiknya punya stok tabung cadangan.
- Colokan kabel panjang (kabel roll ya istilahnya?). Ini untuk mempermudah akses listrik untuk memompa kolam plastik/karet.
- Keset
- Handuk sekitar 4 helai, yang terpakai mungkin cuma 2 helai, tapi nggak ada salahnya menyiapkan cadangan.
- Handuk lembut untuk bayi 2 helai.
Jika ingin lotus birth:
- Baskom untuk wadah sementara plasenta (diameter baskom sekitar 20-30 cm)
-
Garam laut. Tapi karena waktu itu lotus birth diputuskan secara
dadakan, maka saya gunakan garam meja. Perlu sekitar 8 bungkus per hari
(ditaburkan 4 bungkus saat pagi dan 4 bungkus saat sore). Jika
diasumsikan plasenta akan puput 3 sampai 4 hari, siapkan 30 bungkus
garam.
- Handuk kecil untuk mengelap plasenta setelah dicuci.
- Goodie bag untuk wadah plasenta sampai puput
- Alas penyerap cairan bisa diminta ke bidan
salam kenal ya mba. terimakasih sharingnya. saya merencanakan homebirth, waterbirth, lotus birth untuk kelahiran anak kedua nanti. doain sukses ya.. :) salam sama abang CakMad ...
BalasHapus